Postingan

Menampilkan postingan dengan label mayat

Tata cara Mengkafani Mayat dan Mensholati Mayit

Gambar
Tata cara Mengkafani Mayat dan Mensholati Mayit A. Cara Mengkafani mayat Sebelum mayat selesai dimandikan, siapkan dulu 5 (lima) lembar kain kafan bersih dan berwarna putih, yang terdiri dari baju kurung, surban, dan 3 (tiga) lembar kain lebar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh (untuk mayat lai-laki). Atau 5 (lima) lembar kain kafan yang terdiri dari baju kurung, kerudung, dan sarung serta 2 (dua) kain yang lebar (untuk mayat perempuan). Dan bisa juga 3 (tiga) lembar kain yang berupa lembaran kain lebar yang sekiranya dapat digunakan untuk menutupi seluruh tubuh mayat. Sebelumnya, masing-masing kain kafan tersebut telah diberi wewangian. Selain itu juga siapkan kapas yang telah diberi wewangian secukupnya. 1)  Pertama-tama,  letakkan  lembaran-lembaran  kain  lebar  yang  digunakan untuk menutupi seluruh tubuh, kemudian baju kurung, lalu surban (untuk mayat laki-laki) atau sarung, lalu baju kurung, dan kerudung (untuk mayat perempuan). 2)...

Tata cara Pemakaman Jenazah

Gambar
1) Persiapan Sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman, liang kubur harus sudah siap, begitu pula semua peralatan pemakaman seperti papan, batu ni- san, dan lain-lain. Ukuran liang kubur adalah:  Panjang Sepanjang jenazah ditambah kira-kira 0,5 meter Lebar + 1 meter   Dalam Setinggi postur tubuh manusia ditambah satu hasta (+ 60 cm) 2) Proses Pemberangkatan Setelah selesai dishalati, kemudian keranda jenazah diangkat, terus setelah itu salah satu dari wakil keluarga memberikan kata sambutan yang isinya se- bagai berikut: a) Permintaan maaf kepada para hadirin dan handai tolan b) Pemberitahuan tentang pengalihan urusan hutang-piutang kepada ahli waris. c) Persaksian atas baik dan buruknya amal perbuatan mayat. d) Sekedar mauidhoh hasanah. 3) Cara mengantar jenazah a) Pada dasarnya dalam mengusung jenazah diper-bolehkan dengan berbagai cara. Namun disunahkan meletakkan jenazah di keranda, dengan diusung oleh 3 (tiga) atau 4 (empat) orang, yakni 1 (satu) orang...

Tata Cara Memandikan Jenazah

Gambar
Sebelum  mayit  dibawa  ke  tempat  memandikan,  terlebih  dahulu  disediakan seperangkat alat mandi yang dibutuhkan, seperti daun bidara, sabun yang diaduk dengan air, air bersih, air yang dicampur dengan sedikit kapur barus, handuk, dan lain-lain. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan adalah: 1)   Orang-orang yang memandikan: a) Orang  yang  memandikan  harus  sejenis.  Kecuali  masih  ada  ikatan mahrom, suami-istri, atau jika mayat adalah seorang anak kecil yang belum menimbulkan potensi syahwat. b) Orang yang lebih utama memandikan mayat laki-laki adalah ahli waris ashobah laki-laki (seperti ayah, kakek, anak-anak laki-laki, dan lain-lain) Dan   bila   mayatnya   perempuan,   maka   yang   lebih   utama   adalah perempuan yang masih memiliki hubungan kerabat dan masih ada ikatan mahrom. c) Orang yang memandikan d...

Konsep Pemulasaraan Jenazah

Gambar
Bila manusia meninggalkan dunia ini, sudah tak ada lagi yang bisa dia banggakan. Seorang yang cerdik sekalipun, kecerdikannya tak akan bisa melarikan dirinya dari peristiwa kematian. Bila nyawa sudah meninggalkan raga, maka semua strategi para ilmuwan dan tokoh jenius itu pasti akan patah. Bila mati, semua kekuatan orang-orang yang berkuasa itu akan binasa. Bila mati, bangunan yang tinggi menjulang, istana-istana megah dunia, atau gedung pencakar langit yang kokoh akan runtuh seketika. Kematian juga yang telah meruntuhkan bangunan orang-orang kaya itu.  Gejala mendekati saat kematian atau ketika manusia akan mengalami kematian (sakaratul maut) ditandai oleh berbagai gejala seperti dinginnya ujung-ujung anggota badan, rasa lemah, kantuk  dan  kehilangan  kesadaran  serta  hampir  tidak  dapat  membedakan  sesuatu.  Dan  dikarenakan kurangnya pasokan oksigen dan darah yang mencapai otak, ia menjadi bingung dan berada dalam keadaa...

Tata Cara Pemulasaraan Jenazah

Gambar
Tata Cara Pemulasaraan Jenazah  a.   Memandikan Jenazah Sebelum  mayit  dibawa  ke  tempat  memandikan,  terlebih  dahulu  disediakan seperangkat alat mandi yang dibutuhkan, seperti daun bidara, sabun yang diaduk dengan air, air bersih, air yang dicampur dengan sedikit kapur barus, handuk, dan lain-lain. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan adalah: 1)   Orang-orang yang memandikan: a) Orang  yang  memandikan  harus  sejenis.  Kecuali  masih  ada  ikatan mahrom, suami-istri, atau jika mayat adalah seorang anak kecil yang belum menimbulkan potensi syahwat. b) Orang yang lebih utama memandikan mayat laki-laki adalah ahli waris ashobah laki-laki (seperti ayah, kakek, anak-anak laki-laki, dan lain-lain) Dan   bila   mayatnya   perempuan,   maka   yang   lebih   utama   adalah perempuan yang masih memiliki h...